MANA YANG LEBIH BAIK MENGHAFAL NAMA HURUF DAHULU ATAU LANGSUNG BELAJAR MEMBACA SUKU KATA?
Hampir semua orangtua ataupun pendidik selalu mengenalkan nama huruf dulu sebelum belajar membaca, padahal mereka sangat ingin anaknya cepat menguasai materi (bisa membaca dalam waktu singkat). Dan sebagian orangtua menjadi bingung mengapa anak-anak yang mengenal nama huruf seperti a, b, c, dll., selalu memiliki kecenderungan mengeja saat membaca suku kata. Sebenarnya tidak ada yang aneh dengan peristiwa ini.
Belajar membaca itu melibatkan dua komponen, yaitu mengenal nama huruf dan memahami karakter huruf ketika bertemu dengan huruf lainnya. Tapi komponen yang paling menentukan kemampuan membaca adalah “anak diberitahu cara membaca suku kata BUKAN mengenal nama huruf yang terangkai dalam setiap suku kata.” Karena proses membaca lebih membutuhkan kemampuan membunyikan sifat atau karakter huruf jika bertemu dengan huruf lainnya seperti yang ada pada metode pengenalan suku kata, dibanding mengenal nama huruf satu per satu yang memerlukan waktu lebih lama bagi anak untuk sampai bisa membaca.
Hal yang harus mendapat perhatian orangtua atau guru adalah dapat memisahkan sebuah “kewajaran” dari sebuah peristiwa dengan “kesalahan”. Jika anak Anda tidak pernah mengenal nama huruf maka dia akan mudah sekali menerima konsep bahwa “ba” itu dibaca “ba”, dst. Tapi dia akan sering salah menyebutkan nama huruf, misal menyebut huruf “b” sebagai “ba”. Hal ini bukan kesalahan, tapi kewajaran, disebabkan anak memang belum mengetahui nama huruf. Tapi keuntungan anak yang belum mengenal nama huruf, tidak memiliki kecenderungan mengeja huruf ketika diberitahukan kepadanya suku kata “ba”, “ca”, dll.
Nah, bagaimana jika anak sudah terlanjur mengenal nama huruf? Jika itu terjadi, maka jangan panik, memang akan ada sedikit kendala tapi jangan dipermasalahkan. Anak-anak yang mengenal nama huruf lebih dahulu jika belajar menggunakan abaca akan memiliki kecenderungan mengeja atau menyebut nama-nama huruf pembentuk suku kata, contoh menyebut “b” dan “a” ketika disodori suku kata “ba”. Jika menghadapi masalah seperti ini, jangan panic, tapi lakukan pendekatan yang membuat anak memahami polanya. Beritahukan empat kartu dahulu dan pahamkan anak tersebut terhadap polanya.
Contoh, beritahukan kepada anak polanya dengan mengatakan ini :
b ketemu “a” itu “ba”
c ketemu “a” itu “ca”
f ketemu “a” itu “fa”
g ketemu “a” itu “ga”
lalu ulangi dengan bertanya pertanyaan di atas, ulangi hingga anak tidak lagi melakukan kesalahan. Lalu setelah itu hilangkan kata “ketemu” dan tunjukkan kartu ba, ca, fa, ga dengan mengubah pertanyaan, “Ini apa?”, lakukan hal ini beberapa kali hingga anak tidak lagi melakukan kesalahan dan langsung menghilangkan kebiasaan mengejanya.
Jika anak sudah paham polanya, maka tambah lagi kartunya lalu tanyakan kepada anak dengan permainan seperti tebak-tebakan. Jika anak sudah paham polanya, maka tidak perlu waktu lama untuk lulus seri 1. Anak-anak yang belajar nama huruf terlebih dahulu memiliki keistimewaan atau kelebihan dapat menyelesaikan abaca lebih cepat dibanding anak yang tidak mengenal nama huruf terlebih dahulu, tapi dengan syarat yaitu anak harus paham polanya dahulu. Jika anak belum paham pola maka waktu yang dibutuhkan bisa lebih lama. Bahkan jauh lebih lama dibanding dengan anak-anak yang belajar langsung pengenalan suku kata.
Tapi dari pengamatan saya terhadap beberapa anak yang pernah dites menggunakan abaca dan mengenal huruf dahulu, ternyata grafik pengenalan suku kata dan penguasaan materi membaca bisa lebih cepat dibanding anak yang belajar membaca tanpa memahami pola suku kata. Tapi perbedaannya hanya pada penguasaan seri 1, selanjutnya ke seri 2 perbedaan waktu penguasaan materi tidak terlalu signifikan antara anak yang menghafal nama huruf terlebih dahulu dengan yang langsung belajar suku kata.
Kapan anak yang belajar membaca langsung pakai metode pengenalan suku kata, dikenalkan dengan nama huruf? Jawabnya adalah bergantung keadaan, bisa 6 tahun, bisa pula 5 tahun. Bergantung kebutuhan dan keadaan. Yang jelas perlu diingat adalah, untuk sekedar bisa membaca, bahkan anak tidak perlu mengenal nama huruf. Akan tetapi jika anak sudah menginjak usia SD dan menemui pelajaran Matematika, atau ilmu eksak yang sering menyebutkan symbol nama huruf tertentu untuk mendefinisikan besaran tertentu, maka anak sudah harus dapat mengenal nama-nama huruf secara keseluruhan agar tidak kebingungan ketika dituntut untuk mengenal symbol dalam pelajaran eksak. Kemampuan membaca akan sempurna jika nama huruf pun diketahui oleh anak, meskipun kebutuhan tersebut tidak terlalu mendesak saat usia TK.
by: Diena Ulfaty

Komentar
Posting Komentar